Harunya Pelepasan Purna Tugas di Kodim 0617/Majalengka, Dandim: Pengabdian Berakhir, Persaudaraan Tetap Abadi

Majalengka, Zonakabar.com – Ada saatnya seorang prajurit meletakkan tugas kedinasannya. Seragam mungkin tak lagi dikenakan setiap hari, langkah tak lagi diarahkan menuju apel pagi, namun jejak pengabdian dan persaudaraan yang telah dibangun selama puluhan tahun akan tetap tinggal dalam keluarga besar TNI.

Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti Lapangan Upacara Makodim 0617/Majalengka, Jalan KH Abdul Halim No. 403, Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jumat (11/9/2026).

Hari itu, keluarga besar Kodim 0617/Majalengka menggelar tradisi pelepasan personel yang memasuki masa purna tugas. Sebuah momentum yang bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi bentuk penghormatan satuan kepada prajurit yang telah menuntaskan perjalanan panjang pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Bertindak sebagai perwira tertua dalam kegiatan tersebut, Kapten Arh Winarno.

Dua prajurit yang memasuki masa purna tugas yakni Kapten Inf Wawan Winggara dan Kapten Arm Agus Rahcman. Setelah melewati perjalanan panjang sebagai prajurit, keduanya akhirnya sampai pada satu titik yang menjadi bagian dari kehidupan setiap anggota TNI, yakni mengakhiri masa kedinasan dengan penuh kehormatan.

Dalam sambutannya, Dandim 0617/Majalengka menyampaikan rasa hormat sekaligus terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian yang telah diberikan para personel purna tugas selama berdinas di lingkungan TNI.

BACA JUGA |  Polsek Kasokandel Laksanakan Jumat Sehat, Lari Pagi Bersama Anggota di Wilayah Kasokandel

Menurut Dandim, purna tugas bukan sekadar berakhirnya masa kedinasan. Lebih dari itu, purna tugas merupakan bukti keberhasilan seorang prajurit dalam menyelesaikan amanah negara hingga batas akhir masa pengabdiannya dengan baik dan tanpa cela.

Setiap perjalanan yang telah dilalui, mulai dari penugasan, pengabdian kepada masyarakat hingga suka dan duka bersama rekan seperjuangan, menjadi bagian dari sejarah yang tidak akan pernah hilang dari perjalanan satuan.

Dandim juga menegaskan bahwa berakhirnya masa dinas bukan berarti berakhir pula hubungan dengan keluarga besar TNI.

Pintu Kodim dan Koramil akan selalu terbuka. Ikatan persaudaraan yang telah terbangun selama bertahun-tahun diharapkan tidak terputus hanya karena status kedinasan telah berakhir.

Hubungan yang tercipta selama menjadi prajurit bukan semata hubungan pekerjaan, melainkan ikatan kekeluargaan yang ditempa melalui kebersamaan, perjuangan, loyalitas dan pengabdian.

Dandim berharap para personel yang memasuki masa purna tugas tetap menjaga silaturahmi dengan keluarga besar Kodim 0617/Majalengka serta terus menjaga nama baik institusi TNI di tengah masyarakat.

Masa pensiun pun diharapkan menjadi lembaran baru untuk melanjutkan pengabdian dengan cara yang berbeda. Meski tak lagi menjalankan tugas sebagai prajurit aktif, pengalaman, kedisiplinan dan nilai-nilai pengabdian yang diperoleh selama berdinas dapat terus diberikan kepada keluarga dan masyarakat.

BACA JUGA |  Dandim Majalengka Ajak Prajurit Tingkatkan Profesionalisme Lewat Upacara Bendera

Bagi keluarga besar Kodim 0617/Majalengka, pelepasan tersebut menyimpan makna mendalam. Ada rasa kehilangan karena harus melepas rekan seperjuangan, tetapi pada saat yang sama tersimpan kebanggaan karena mereka mampu menyelesaikan pengabdian kepada negara hingga akhir masa dinas dengan kehormatan.

Kapten Inf Wawan Winggara dan Kapten Arm Agus Rahcman mungkin telah menuntaskan masa kedinasannya, tetapi nama, pengabdian dan kenangan kebersamaan mereka akan tetap menjadi bagian dari perjalanan keluarga besar Kodim 0617/Majalengka.

Purna tugas bukanlah akhir dari segalanya. Ia hanyalah perubahan medan pengabdian—dari seorang prajurit aktif menjadi bagian dari masyarakat yang tetap membawa nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Terima kasih atas setiap langkah, waktu, tenaga dan pengabdian yang telah diberikan untuk TNI, rakyat, bangsa dan negara.

Seragam boleh dilepas, masa dinas boleh berakhir, tetapi jiwa prajurit dan persaudaraan tidak pernah mengenal kata purna.

Editor: Pendim_0617

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *