Majalengka // zonakabar.com – Meski kini Pemerintah Desa Balida, Kecamatan Dawuan,Kabupaten Majalengka Jawa Barat lagi memiliki lagi lapangan bola voli permanen, namun hal tersebut sama sekali tak menyurutkan tekad serta semangat para remaja generasi muda untuk terus berlatih bermain voli.
Seperti yang terlihat pada jumat sore (15/5/2026) di sebuah lapangan voli yang dibuat alakadarnya, tampak sejumlah anak
remaja Desa Balida tengah asik bermain voli.
Meskipun bermain dengan kondisi net compang – camping serta lapangan yang asal – asalan, namun tak menunjukan semangat yang kendor.
Anak – anak remaja yang biasanya berlatih voli di lapangan bola voli Balida, kini pasca disuntik matinya alias dibongkar lapangan tersebut, alhasil latihan pun terpaksa dilakukan dilapangan darurat yang berada di lahan milik warga.
Aldi Rifaldy, sang pelatih voli Balida mengungkapkan, meskipun dengan kondisi begitu anak – anak latihnya tetap semangat latihan.
” Saremangat barudak mh, tetap semangat anak – anak mah “, ujarnya.
Hingga kini belum ada kepastian lokasi pengganti lapang bola voli Balida yang telah hilang disuntik mati, namun begitu warga berharap agar lapangan voli yang berada di halaman kantor Balai Desa Balida bisa diaktifkan kembali, seperti diungkapkan salah satu warga Balida.
” Harapannya sih lapangan voli di kantor Desa diaktifkan lagi, karena dari jaman berpuluh – puluh tahun yang lalu, ya di halaman Desa lapang voli mah “, cetusnya.
Sejumlah nama atlet bola voli Balida berprestasi dilahirkan serta mengharumkan nama Desa, kini masyarakat menanti solusi langkah Pemdes Balida dalam hal ini. Bukan hanya membangun lapangan voli asal jadi, namun tempat yang strategis pun menjadi hal penting yang harus diperhatikan Pemdes Balida dalam membangun lapang voli pengganti yang sudah disuntik mati demi sekedar ambisi yang tak pernah bertepi.
Selain itu warga juga berharap, agar Bupati Majalengka H. Eman Suherman. memberikan teguran keras pada Kades Balida Aay Iryando yang dianggap telah memberikan kado buruk untuk masyarakat di akhir masa jabatannya dengan keputusan yang dianggap tergesa – gesa dengan menghilangkan aset sarana olahraga lapang bola voli yang dibangun dari anggaran Dana Desa. Meskipun hal itu berdasarkan hasil musyawarah, namun dampaknya terasa begitu signifikan bagi masyarakat luas.





