Menu MBG Genteng – Dawuan Disoal Warga, Koordinator SPPG Kabupaten Majalengka Angkat Bicara.

Majalengka // zonakabar.com – Koordinator Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) Kabupaten Majalengka, Intan Diena Khoerunisa. angkat bicara soal item menu yang disajikan SPPG Genteng, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka Jawa Barat pada jumat lalu (14/8/2026) dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, menu MBG dari SPPG Genteng dipertanyakan publik, pasalnya diduga ada ketidak sesuaian menu antara rilisan resmi pihak SPPG Genteng dengan fakta dilapangan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan yang dikutip dari akun resmi medsos ig SPPG Genteng, pada hari Jumat (14/8/2026).
Adapun jenis menu yang disajikan yakni :

  1. Nasi Putih
  2. Makaroni (Diet Khusus)
  3. Chiken Fillet Crispy
  4. Tahu Sumedang Kukus
  5. Saus Sambal Saus Tomat
  6. Jelly Melon

Namun hal itu seakan berbanding terbalik, pasalnya saat zonakabar.com melakukan liputan khusus program MBG pada Jumat (14/8/2026) disinyalir kuat ada perbedaan pada salah satu item MBG dari SPPG Genteng.

Dari keterangan daftar menu SPPG Genteng tertulis jika Tahu yang disajikan pada Jumat lalu, yakni jenis Tahu Sumedang Kukus. Namun jika dilihat dari bentuk, tekstur serta rasanya diduga tahu – tahu tersebut bukan merupakan tahu jenis Sumedang.

BACA JUGA |  Polri dan Masyarakat Bersatu Lestarikan Tradisi, Nyiramkeun Pusaka Semarakkan Milangkala Desa Nunuk Baru ke-555

Emod (47) salah satu warga Kecamatan Dawuan pun turut berkomentar, menurutnya jika dilihat dengan seksama menu tahu dari SPPG Genteng bukan merupakan tahu Sumedang, pasalnya menurut dia, tahu Sumedang memiliki tekstur lembut, padat, kulit luarnya khas serta rasanya enak. Akan tetapi tahu MBG SPPG Genteng tersebut cirinya berbanding terbalik dengan jenis tahu Sumedang pada umumnya.

” Ini mah aneh kok ada tahu Sumedang kukus ya, terus kan tahu Sumedang umumnya dalamnya lembut padat, kulit luarnya curintik. Nah tahu MBG Genteng ini, sama sekali tak seperti tahu Sumedang tapi lebih mirip jenis tahu buat isian gehu tahu toge yang biasa dijual pedagang tahu keliling, bentuknya juga segitiga “, ujarnya.

Dia pun mengungkapkan rasa herannya, karena menurutnya dia sendiri baru tahu kalo tahu Sumedang bentuknya segitiga serta dikukus.

” Aneh saja ya, saya baru tahu ada tahu Sumedang kukus serta bentuknya segitiga “, ungkapnya seraya terkekeh.

Sementara itu, Koordinator SPPG Kabupaten Majalengka. Intan Diena Khoerunisa turut angkat bicara saat dikonfirmasi zonakabar.com Selasa (18/8/2026). Dirinya berterimakasih atas informasi yang telah disampaikan, dia pun mengatakan hal itu bakal menjadi bahan evaluasi kedepan.

BACA JUGA |  Polsek Rajagaluh Gelar Sholat Goib dan Doa Bersama Untuk Kedamaian Bangsa

” Waalaikumsalam, terima kasih banyak pak atas informasinya. Masukan mengenai menu tersebut sudah masukan laporannya sejak hari jumat pak. Adapun untuk penyusunan menu memang secara aturan menjadi kewenangan dari pengawas gizi masing2 SPPG. Secara kandungan gizi sudah memenuhi 30-35 kebutuhan harian, tetapi memang betul penyusunan menu tersebut juga harus didasari dari minat penerima manfaat. Akan dijadikan bahan evaluasian untuk kebaikan penyusunan menu di SPPG kedepannya. Setiap masukan akan dipertimbangkan oleh SPPG dan tentu tetap memperhatian standar dan aturan yang instansi miliki. Sekali lagi Terima kasih banyak pak atas informasinya “, tukas Intan.

Emod berharap, pengelola SPPG tidak hanya mementingkan keuntungan saja dari program MBG, namun diharapkan tetap mengutamakan kualitas, sehingga program MBG yang telah digulirkan Pemerintah Preiden Prabowo Subianto bisa benar – benar efektif. Selain itu sebagai warga masyarakat, dirinya berharap ada tindakan tegas pada SPPG yang terindikasi nakal dan alergi pada saran, kritik, masukan yang dilayangkan.

” Kami berharap Pemerintah serta pihak terkait, melaksanakan fungsi pengawasan yang maksimal pada SPPG di wilayah Kecamatan Dawuan serta wilayah lainnya “, tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *