JAKARTA – ZONAKABAR, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, pada hari ini (9/11) mengunjungi 15 korban ledakan SMAN 72 yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Yarsi. Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta dukungan rehabilitasi sosial pasca-kejadian traumatis tersebut.
Dalam kunjungannya, Mensos Gus Ipul mendapatkan laporan mengenai kondisi medis para siswa. Mayoritas korban, terutama yang berada di lokasi ledakan saat ibadah salat Jumat, mengalami keluhan serius pada telinga.
“Rata-rata keluhannya adalah telinga, mereka tidak mendengar sama sekali dan mengeluh berdenging,” ujar Pak Menteri, yang juga menambahkan bahwa saat ini sudah ada perbaikan kondisi.
Detail Kondisi Terkini Korban (Fokus Trauma)
Dari total 15 pasien korban ledakan, 14 orang telah berada di ruang perawatan dan menunjukkan perkembangan positif. Namun, satu siswa dilaporkan masih dalam kondisi kritikal dan dirawat intensif di ICU.
- Siswa Kritis: Satu korban menjalani prosedur pembedahan darurat karena mengalami trauma pada saluran cerna dan akan menghadapi operasi lanjutan.
- Luka Bakar: Korban kritis tersebut juga mengalami luka bakar kategori luas, sekitar 30%.
- Gangguan Pendengaran: Sebagian besar pasien stabil sedang dalam pemeriksaan lanjutan oleh dokter THT karena mengalami hearing loss (tunarungu) akibat dentuman keras.
Jaminan Pemerintah dan Tahap Selanjutnya
Menanggapi musibah ini, Mensos Saifullah Yusuf menegaskan komitmen pemerintah untuk menanggung seluruh kebutuhan korban, baik medis maupun non-medis.
“Dari kami tentu ada tiga (dukungan) Pertama, perlindungan dan jaminan sosialnya, maka termasuk dari soal biaya pengobatan segala macam pasti ini akan dibantu oleh pemerintah. Yang kedua nanti rehabilitasi sosial,” tegas Gus Ipul.
Tahapan pendampingan yang akan dilakukan oleh Kementerian Sosial meliputi:
- Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial.
- Pemberian Trauma Healing dan pendampingan setelah korban kembali ke rumah.
- Dukungan Pemberdayaan yang akan disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan para siswa.
Mensos juga meminta publik untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab ledakan dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian. Pihak Kemensos akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan pemulihan menyeluruh bagi seluruh siswa korban ledakan SMAN 72.





