Majalengka // zonakabar.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia pada tahun 2026 memiliki target awal mencapai 82,9 juta penerima manfaat. Berdasarkan data terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN), realisasi penyaluran program ini telah mencapai 62,4 juta orang yang tersebar di 38 provinsi.
Ditengah upaya Pemerintah dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui Satuan Penyedia Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, SPPG dituntut berkompeten serta secara maksimal melayani para penerima manfaat sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Salah satunya menyediakan menu makanan yang bergizi serta berkualitas.
Namun hal itu rupanya berbanding terbalik dengan realita yang ada dilapangan, karena saat awak media zonakabar.com melaksanakan liputan program MBG di wilayah Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ditemukan indikasi dugaan ketidak sesuaian menu yang disajikan dari salah satu SPPG yang beroperasi di wilayah itu.
Berdasarkan pantauan zonakabar.com pada jumat pagi (14/8/2026). di salah satu Sekolah Dasar, dalam menu yang diberikan oleh SPPG Genteng terlihat sejumlah item, diantaranya nasi putih, ayam goreng, sayur capcay, tahu goreng serta jeli agar – agar.
Namun yang mengherankan, pada salah satu menu yang disajikan dalam wadah ompreng, ada tahu yang secara kasat mata terlihat aneh. Pasalnya tahu tersebut berbentuk segitiga, agak gepeng serta bertekstur keras pada kulit luarnya. Sementara pada bagian dalamnya seolah tak berisi alias kopong.
Hal tersebut mendapat sorotan dari salah satu warga Kecamatan Dawuan yang namanya minta tak disebutkan ini menuturkan, bahwasannya jika dilihat dari bentuk serta tekstur, tahu yang telah dibagikan pada para penerima manfaat tersebut diduga merupakan jenis tahu pong atau yang biasa diolah menjadi tahu isian toge atau dalam bahasa sundanya (gehu).
” Kalo menurut saya mh, itu tuh kemungkinan besar tahu buat gehu yang biasa sudah digoreng di pabriknya, tapi kok rasanya aneh saja ya dijadikan menu MBG, selain itu harga tahu sumedang dan tahu pong kan beda “, ungkapnya heran.
Untuk keberimbangan informasi pemberitaan, awak media zonakabar.com mencoba mengkonfirmasi langsung dengan mendatangi SPPG Genteng,Kecamatan Dawuan pada jumat siang ini (14/8/2026). untuk mengkonfirmasi perihal menu tahu yang dianggap aneh tersebut.
Sementara itu, salah satu staf SPPG Genteng menuturkan jika menu yang disajikan pada hari ini jumat (14/8/2026) meliputi, nasi putih, ayam goreng, sayuran, tahu sumedang serta agar – agar jeli, dia pun menegaskan jika tahu yang disajikan itu merupakan tahu sumedang.
” Semuanya sudah tertera, bisa di cek di instagram kami pak, adapun terkait menu tahu yang hari ini kami sajikan itu merupakan tahu sumedang “, bebernya.
Masyarakat berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka melalui satgas MBG agar bisa menyelidiki hal ini dan memastikan tidak terjadi hal penyimpangan dalam menu MBG khususnya di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka.
” Kami minta Pak Bupati, Satgas MBG serta pihak terkait lainnya turun tangan, agar tidak terjadi polemik ditengah masyarakat “, tegasnya.






