Kebun Bambu di Majalengka Terbakar, 0,4 Hektare Lahan Hangus

Majalengka // zonakabar.com – Kebakaran melanda lahan kebun bambu di Blok TPU Pajaten, Kelurahan Babakanjawa dan Kelurahan Cicurug, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Senin (24/8/2026). Kebakaran menghanguskan lahan sekitar 0,4 hektare.

Peristiwa kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, seorang warga bernama Angga melihat kepulan asap dan titik api dari area kebun bambu. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Babinsa.

Bacaan Lainnya

Babinsa Koramil 1701/Majalengka, Serka Idi Rayadi, bersama Satpol PP dan warga langsung melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

BACA JUGA |  Kapolda Jabar Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2025, Ribuan Personel Disiagakan Untuk Wujudkan Ketertiban Lalu Lintas

“Setelah mendapat laporan dari warga, kami bersama Satpol PP dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas,” kata Serka Idi Rayadi.

Sekitar pukul 13.00 WIB, mobil BPBD Kabupaten Majalengka yang membawa suplai air tiba di lokasi. Petugas BPBD kemudian bergabung dengan Babinsa, Satpol PP dan warga untuk melakukan pemadaman.

Hingga pukul 13.30 WIB, proses pemadaman masih dilakukan secara bersama-sama. Tim gabungan terdiri dari Babinsa Koramil 1701/Majalengka, Lurah Babakanjawa Rachmat Saleh, satu regu BPBD Kabupaten Majalengka, dua personel Satpol PP serta warga Kelurahan Babakanjawa dan Kelurahan Cicurug.

BACA JUGA |  Diduga Sempat Tertahan Sejak 2022, Akhirnya Pihak Sekolah SMK Muhammadiyah Majalengka Serahkan Ijazah Siswanya.

“Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan pada pukul 14.10 WIB. Kami bersama tim memastikan kondisi di lokasi aman dan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan,” ujar Idi.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Kerugian materiil berupa lahan kebun bambu yang terbakar dengan luas sekitar 0,4 hektare.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui. Dua warga, yakni Angga dan Uhin, menjadi saksi dalam peristiwa tersebut.

Petugas di lapangan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di lahan kering dan kawasan yang ditumbuhi tanaman mudah terbakar. (Pendim_0617)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *