Satukan Visi, GEMMA Majalengka Siap Perangi Narkoba, Judol, hingga Gerakan LGBT.

​MAJALENGKA, // Zonakabar.com
Maraknya potensi ancaman kemaksiatan yang kian terang-terangan di tengah masyarakat memicu respons cepat dari berbagai elemen keagamaan di Kabupaten Majalengka. Merespons kondisi tersebut, Gerakan Organisasi Islam Perangi Maksiat (Gemma) menggelar pertemuan strategis di Gedung Bapermin DPD PUI Kabupaten Majalengka pada Rabu (15/72026).

​Pertemuan penting ini dihadiri oleh pimpinan dan perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam besar di Majalengka, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Ummat Islam (PUI), Persatuan Islam (Persis), serta sejumlah ormas Islam lainnya.

​Dalam musyawarah tersebut, para tokoh agama merumuskan strategi bersama untuk memberantas berbagai bentuk kemaksiatan yang dinilai makin berani menonjolkan diri di ruang publik. Isu-isu krusial yang dibahas secara mendalam meliputi:

  • ​Peredaran gelap narkoba
  • ​Praktik prostitusi online
  • ​Perjudian daring (judi online)
  • ​Upaya pemurtadan
  • ​Fenomena gerakan LGBT yang kian masif, khususnya promosi melalui media sosial dan perangkat digital yang menyasar generasi muda.
BACA JUGA |  Penghargaan He For She 2025 Mantapkan Polda Jabar sebagai Pelopor Kesetaraan Gender di Polri

​Rusak Fisik, Mental, dan Moral Generasi Muda.

​Ketua DPD Persis Kabupaten Majalengka, KH Otong Nurul Huda, S.H., memberikan peringatan keras terkait bahaya ganda dari peredaran narkoba dan penyebaran paham LGBT.

​”Kedua hal tersebut (narkoba dan LGBT) bukan hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan fondasi moral generasi muda kita,” tegas KH Otong Nurul Huda.

​Kekhawatiran ini diperkuat oleh data kepolisian setempat yang baru-baru ini berhasil mengungkap berbagai kasus narkoba di wilayah hukum Majalengka—mulai dari Kecamatan Jatiwangi hingga Cikijing—dengan keterlibatan tersangka dari berbagai latar belakang, termasuk kalangan mahasiswa.


​Senada dengan hal itu, Ketua DPD PUI Majalengka, KH.Asep Zaki Mulyatno, menekankan pentingnya peran aktif Ormas Islam dalam memproteksi masyarakat dari gempuran dampak negatif era digital.

BACA JUGA |  Jalan Balida Mulai Diperbaiki, Warga: Terima Kasih Bapak Bupati Majalengka, Titip Ya Jaga Kwalitas Proyeknya.

​”Ormas Islam harus menjadi benteng utama. Strategi kita adalah memperkuat pendidikan karakter dan dakwah yang menyentuh hati masyarakat agar memiliki daya tahan terhadap pengaruh negatif seperti judi online, narkoba, hingga LGBT yang dapat memicu perpecahan kaum muslimin,” ujar Asep Zaki.

​Melalui wadah GEMMA, seluruh Ormas Islam yang hadir menegaskan komitmen dan dukungan penuh mereka terhadap langkah tegas pemerintah daerah serta aparat keamanan. Mereka mendesak tindakan tanpa kompromi terhadap para bandar judi online maupun pengedar narkoba demi menjaga kondusivitas daerah.

​Pertemuan ditutup dengan harapan kolektif agar terbangun kolaborasi yang semakin solid antara ulama, umara (pemerintah), dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi ini dinilai mutlak diperlukan untuk membentengi lingkungan dari ancaman kemaksiatan yang kian kompleks, guna mewujudkan Kabupaten Majalengka yang aman, damai, dan religius (Langkung SAE).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *