Dipicu Kecewa Soal Beras Bansos, Warga Balida Curhat di Medsos.

Majalengka // zonakabar.com – Viral salah satu postingan terkait bansos soal pembagian beras bantuan di Desa Balida, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Postingan sendiri diunggah @esih irawan di akun media sosial miliknya, senin (7/9/2026).

Dalam unggahannya tersebut @esih irawan menyoroti pembagian beras bantuan sebanyak tiga karung / KPM namun ibunya sendiri tak mendapatkan jatah beras bantuan meskipun menurutnya hal itu sudah diajukan ke pihak terkait.

” duh tas turun dei beas marenang tilu karung ewang ari indung kami mani eweh anu nitah ges ngajuken oge nte menang angger ” atau dalam bahasa Indonesia nya ” Duh sudah turun lagi beras dapat jatah tiga karung, tapi ibu saya tidak dapat bantuan. Padahal mengajukan sudah “, tulisnya.

Postingan itu sendiri mendapat beragam tanggapan dari netizen. Salah satunya menyoroti, jika hal itu merupakan lagu lama @Ai elvira ” lagu lama cy “, komen dia.

Sementara itu netizen lainnya, @aki oval mengeluhkan meskipun dirinya termasuk data desil 1 namun dia sendiri tak mendapatkan jatah bantuan beras dari pemerintah. ” Urang ge tara meunang beas mah padajal desil 1 rumah teu boga om / Saya juga tak pernah dapat beras, padahal desil 1 rumah tak punya “, tulisnya dalam kolom komentar.

BACA JUGA |  Polwan Humanis, Bhabinkamtibmas Polsek Sukahaji Jadi Polisi Sahabat Anak bagi Siswa TK Desa Jayi

Di lain pihak, akun @agus kurdinat yang disinyalir merupakan salah satu pengurus Blok di Desa Balida memberikan klarifikasinya. Menurutnya ibu Adah sendiri sudah diajukan sebagai penerima bansos, sebagai pengurus dia merasa sudah mengusulkan namun menurutnya pihak Desa sendiri tak bisa berbuat banyak karena yang berwenang dalam masalah bansos yakni Dinas. Dia pun berdalih jika ibu Adah selama ini suka diberi beras bantuan jika ada pelimpahan dan saat ini pun menurutnya ibu Adah orang tuanya esih irawan sedang diusulkan jika ada pelimpahan “, ujar Agus dalam komentarnya.

Adah (57) merupakan warga Kamis RT 02 RW 07 Desa Balida, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Ibu Adah yang tidak punya rumah serta tak memiliki suami, saat ini diketahui tinggal bersama di rumah milik anaknya. Sehari – harinya dia hanya mengandalkan kerja serabutan yang penghasilannya tak bisa ditentukan.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini memperlakukan Desil sebagai patokan penerima bansos. Desil adalah metode pengelompokan masyarakat menjadi 10 tingkat berdasarkan status kesejahteraan ekonomi, mulai dari yang paling miskin (Desil 1) hingga yang paling sejahtera (Desil 10).

BACA JUGA |  Kapolsek Bantarujeg Pimpin Apel Pagi dan Berikan Penekanan Kepada Anggota

Berdasarkan hasil penelusuran pada situs cekbansoskemensos.go.id peringkat Desil ibu Adah berada di kategori 6-10. Hasil tersebut hampir dapat diartikan jika ibu Adah tak termasuk kategori penerima bansos dari pemerintah.

Pihak keluarga ibu Adah mengaku kaget saat tahu jika ibunya berada di Desil peringkat 6-10, seperti diungkapkan Dedi sebagai salah satu keluarganya pada zonakabar.com senin malam (7/9/2026).

” Patokannya dari mana ya kok masuknya Desil 6-10. Padahal kerja serabutan, rumah tidak ada ada, hidup pun tanpa suami “, ujarnya heran.

Dedi pun berharap agar Pemerintah serta pihak terkait lainnya tak tutup mata. ” Kami sendiri dari pihak keluarga agar pemerintah tak tutup mata dan pihak terkait lainnya bisa membenahi data tingkat ekonomi warganya “, harap Dedi.

Hingga berita ini tayang, belum ada keterangan resmi dari Pihak Pemdes Balida terkait persoalan warganya ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *