Warga Majalengka Keluhkan Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan, Pelaku Usaha Merugi.

​MAJALENGKA, // Zonakabar.com
Sejumlah warga dan pelaku usaha di wilayah Kabupaten Majalengka mengeluhkan intensitas pemadaman aliran listrik yang dinilai terlalu sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kekesalan warga semakin memuncak lantaran pemadaman tersebut kerap dilakukan oleh pihak PLN tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

​Keluhan salah satunya datang dari Edwar, seorang warga Desa Leuwikidang yang membuka usaha jasa laundry. Menurutnya, ketiadaan informasi mengenai jadwal pemadaman sangat mengganggu operasional usahanya yang bergantung penuh pada daya listrik.

​”Harusnya pihak PLN memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kalau mau ada pemadaman. Apalagi sekarang zaman media sosial (medsos), percuma punya fasilitas kalau tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi ke masyarakat,” ujar Edwar, Rabu (17/6/2026).

​Ia menambahkan, keterbukaan informasi dari PLN sangat penting agar para pelaku usaha mikro seperti dirinya bisa mengantisipasi dan mengatur jadwal kerja, sehingga tidak mengecewakan pelanggan.

​Dampak buruk dari pemadaman listrik sepihak ini juga dirasakan oleh Dodi, warga Kecamatan Jatiwangi. Pria yang menggantungkan hidupnya dari usaha fotokopi ini mengaku mengalami kerugian materiil akibat aktivitas produksinya terhenti total saat listrik padam.

​Dodi mengenang, sistem komunikasi di masa lalu justru terasa lebih efektif dan menyentuh langsung masyarakat dibanding kondisi saat ini.

​”Biasanya dulu suka ada pengumuman lewat pengeras suara di masjid-masjid kalau mau ada mati lampu (pemadaman listrik). Sekarang malah sering tiba-tiba padam tanpa ada kejelasan,” tutur Dodi.

​Masyarakat Kabupaten Majalengka, khususnya para pelaku UMKM, berharap pihak PLN dapat memperbaiki kinerja dan sistem komunikasinya. Warga menuntut beberapa poin instrospeksi bagi PLN, di antaranya optimalisasi Media Sosial Memanfaatkan akun resmi PLN daerah untuk membagikan jadwal pemeliharaan secara berkala. Menghidupkan kembali sistem pengumuman melalui fasilitas umum atau rumah ibadah (masjid/mushola) untuk menjangkau warga yang tidak aktif di media sosial.

Jika terjadi gangguan darurat, diharapkan ada pembaruan informasi (update) yang cepat mengenai estimasi waktu penormalan kembali.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu iktikad baik dan respons resmi dari pihak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) setempat terkait seringnya gangguan pasokan listrik di wilayah Majalengka

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *