MAJALENGKA, zonakabar.com – Tiga anak perempuan dari satu keluarga di Desa Gandu, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, meninggal dunia secara beruntun setelah mengalami demam tinggi, batuk, lemas hingga kejang.
Ketiga korban masing-masing berusia 6 tahun, 4 tahun dan 10 bulan. Dua anak meninggal dunia pada Rabu (16/9/2026) setelah sempat mendapatkan penanganan medis di RS Cideres, sedangkan anak ketiga yang berusia 10 bulan meninggal dunia pada Kamis pagi setelah menjalani perawatan di ruang ICU.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Agus Surahmat, saat dikonfirmasi mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang diterima pihaknya, terdapat gangguan pada paru-paru dan hepatitis pada kasus tersebut.
“Untuk hasil pemeriksaan, ditemukan adanya gangguan paru-paru dan hepatitis,” ujar Agus, Jum’at (18/9/2026).
Namun, terkait penyebab pasti meninggalnya ketiga anak tersebut, pihaknya masih melakukan koordinasi dan menunggu hasil pemeriksaan medis serta laboratorium secara lengkap.
Berdasarkan kronologi awal yang dihimpun keterangan Dinas DP3AKB melalui Bidang PPA saat mengunjungi rumah duka, kondisi kesehatan kedua orang tua korban sebelumnya juga sedang kurang baik. Ayah korban yang berusia 36 tahun dan bekerja sebagai penjual beras secara online mengalami kondisi kurang sehat sejak Minggu yang menurut keterangan keluarga disebabkan kelelahan. Sementara ibu korban yang berusia 28 tahun juga mengalami kondisi kurang sehat pada Selasa.
Kondisi tersebut membuat pengasuhan dan perawatan terhadap ketiga anak tidak berjalan seperti biasanya.
Pada Rabu pagi, ketiga anak masih sempat makan bersama sepupunya. Setelah bermain, sepupu korban kemudian diketahui mengalami demam.
Pada Rabu sore, ketiga anak mulai mengalami keluhan berupa demam, batuk, lemas dan kejang. Berdasarkan keterangan awal keluarga, tidak ditemukan keluhan mual maupun muntah.
Sebelum dibawa ke rumah sakit, ketiganya sempat diperiksa oleh dokter umum. Karena mengalami demam tinggi, dokter kemudian menyarankan agar ketiga anak segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sekitar pukul 17.30 WIB, ketiga anak dibawa orang tuanya ke RS Cideres.
Anak kedua yang berusia 4 tahun meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB. Kemudian anak pertama berusia 6 tahun meninggal dunia sekitar pukul 19.30 WIB.
Sementara anak ketiga yang masih berusia 10 bulan sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Namun, kondisi korban tidak tertolong dan meninggal dunia pada Kamis pagi. Jenazah kemudian dimakamkan pada hari yang sama.
Di tengah musibah tersebut, kondisi keluarga korban juga diketahui sedang tidak sehat. Ayah korban sebelumnya mendapatkan perawatan berupa infus di rumah, sementara nenek dari pihak ayah sedang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka masih melakukan penelusuran dan koordinasi dengan jajaran fasilitas kesehatan untuk mengetahui secara lebih lengkap kondisi kesehatan ketiga korban sebelum meninggal dunia.
Agus Surahmat juga menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan terhadap anak di wilayah tersebut sebenarnya dilakukan secara berkala melalui bidan desa, puskesmas maupun kegiatan posyandu.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dan kegiatan posyandu dilakukan setiap bulan. Namun, berdasarkan informasi yang diterima Dinkes, pihak keluarga disebut tidak selalu hadir membawa anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Bidan desa dan puskesmas setiap bulan melakukan pengecekan kesehatan dan kegiatan posyandu. Namun, dari pihak keluarga tidak selalu hadir membawa anaknya,” kata Agus.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan anak, terutama apabila mengalami demam tinggi, kejang, lemas atau gejala lain yang membutuhkan penanganan medis.
Pemeriksaan secara berkala melalui posyandu, puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya juga dinilai penting untuk memantau tumbuh kembang dan kondisi kesehatan anak sejak dini.
Sementara itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya ketiga anak tersebut sebelum seluruh hasil pemeriksaan medis dan laboratorium diterima serta disampaikan secara resmi oleh pihak berwenang.
Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Kesehatan masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh informasi medis yang lebih lengkap mengenai kasus tersebut.






