MAJALENGKA, // Zonakabar.com
Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka tahun 2026 sekaligus memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka menyiapkan rangkaian kegiatan Bulan Bakti Pramuka sepanjang Agustus.
Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045” dengan motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, rangkaian kegiatan tidak hanya berorientasi pada seremoni, tetapi diarahkan pada aksi nyata di tengah masyarakat.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., melalui Sekertaris Kwarcab, Adam Suhara mengatakan momentum Hari Pramuka harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Melalui kegiatan Bulan Bakti Pramuka 2026, kami ingin memperkuat peran Pramuka dalam membina ketaqwaan, jiwa kemanusiaan, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup. Setiap tingkatan, mulai dari Kwarcab, Kwartir Ranting hingga Gugusdepan di sekolah-sekolah, siap berkolaborasi menghadirkan manfaat nyata bagi warga Majalengka,” ujarnya saat media gathering, Sabtu (9/8/2026).
Sejumlah agenda telah disiapkan diantaranya kegiatan diawali dengan Pelatihan Admin Media Informasi dan Kehumasan Kwarran pada 1 Agustus 2026 di Aula Kecamatan Majalengka.
Selanjutnya, Kwarcab akan menggelar aksi donor darah kemanusiaan pada 10 Agustus 2026 di Fitra Hotel Majalengka dengan melibatkan perwakilan pendonor dari seluruh Kwartir Ranting se-Kabupaten Majalengka.
Agenda lainnya adalah ITA JAMNAS 2026 dan Pramuka Berbagi, berupa perkemahan tingkat ranting yang terbagi dalam tiga wilayah, yakni wilayah tengah, selatan dan utara. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Bumbung Kemanusiaan/Pramuka Berbagi serta gerakan kebersihan “Geber Jum’at”.
Pada 13 Agustus, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam tokoh Pramuka Majalengka di Kompleks Pemakaman Cijati dan Girilawungan. Pada malam harinya digelar Malam Ulang Janji dan Renungan di halaman Kwarcab Majalengka.
Sementara itu, semangat pengabdian juga akan digerakkan melalui Gerakan Bakti Gugusdepan yang berlangsung 1–30 Agustus. Kegiatan mencakup penanaman tanaman pangan melalui gerakan Pramuka Menanam, aksi kebersihan dan pengelolaan sampah, serta pengibaran Bendera Merah Putih dan bendera Pramuka secara serentak di seluruh Gugusdepan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Giat Prestasi VII, Artha Sawala dan Resepsi Hapram pada 28–30 Agustus. Agenda tersebut dirangkaikan dengan puncak peringatan Hari Pramuka ke-65, pelantikan Pramuka Garuda dan pemberian tanda penghargaan.
Kwarcab Majalengka berharap rangkaian Bulan Bakti Pramuka dapat menjadi ruang konsolidasi sekaligus memperkuat semangat gotong royong generasi muda.
Pramuka tidak hanya diharapkan hadir melalui kegiatan perkemahan dan pendidikan karakter, tetapi juga mampu mengambil peran dalam persoalan konkret seperti kemanusiaan, ketahanan pangan, kebersihan lingkungan dan kepedulian sosial.
Dengan semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, Bulan Bakti Pramuka diharapkan menjadi momentum untuk membuktikan bahwa gerakan Pramuka tetap relevan dan hadir di tengah masyarakat.
Sementara Rudi (42), warga Majalengka, menilai kegiatan Pramuka yang dikemas dalam bentuk aksi sosial akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kalau Pramuka banyak turun ke masyarakat seperti donor darah, bersih-bersih dan menanam, tentu bagus. Jadi bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi benar-benar terasa manfaatnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti (35), warga Majalengka, yang berharap kegiatan Pramuka Menanam dapat menjadi edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya ketahanan pangan.
“Anak-anak sekarang perlu dikenalkan dengan lingkungan dan pertanian. Kalau sejak Pramuka sudah diajarkan menanam dan menjaga kebersihan, mudah-mudahan menjadi kebiasaan sampai dewasa,” katanya.
Warga berharap semangat Bulan Bakti Pramuka tidak berhenti setelah Agustus berakhir. Kegiatan sosial, lingkungan dan ketahanan pangan diharapkan dapat terus menjadi bagian dari gerakan Pramuka di tingkat Kwarcab, Kwarran maupun Gugusdepan.






