Marak Aksi Maling !!! Desa Balida Darurat Curanmor, Halo Pak Kuwu.

Majalengka // zonakabar.com – Sejumlah kejadian kasus pencurian kendaraan bermotor dalam kurun waktu dua bulan belakangan di tahun 2026 ini, yang terjadi di wilayah Desa Balida, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka Jawa Barat telah menimbulkan keresahan ditengah masyarakat.

Pada tahun 2026 ini, sedikitnya dua aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi menimpa warga Desa Balida, dengan kerugian materil ditaksir mencapai jutaan rupiah. Dalam aksinya seperti dalam rekaman CCTV yang beredar di media sosial, para pelaku dengan leluasa menggasak motor incarannya. Seperti diketahui pada waktu sebelumnya atau pada tahun 2025 yang lalu, satu unit motor trail Honda milik salah satu warga Desa Balida pun raib digasak maling. Selain kendaraan bermotor roda dua, pencurian mobil pun pernah terjadi di era kepemimpinan Kades Aay Iryando. Satu unit mobil jenis pick up milik Toto warga Blok jumat Desa Balida hilang digondol kawanan pencuri.

Bacaan Lainnya

Pada kamis malam (19/3/2016) kasus Curanmor terjadi di rumah milik pak Iwan yang berada di blok jumat, Desa Balida. Pencuri saat itu berhasil menggasak satu unit kendaraan bermotor matic yamaha yang tengah terparkir di garasi rumah. Meskipun kejadian tersebut sempat terekam CCTV milik korban, namun pelaku yang saat melakukan aksinya mengenakan helm hingga wajahnya pun tak bisa terlihat jelas.

Kasus Curanmor berikutnya kembali terjadi pada senin (6/4/2026) menimpa Ibu Elis seorang warga Desa Balida yang juga berprofesi sebagai guru. Dalam rekaman CCTV milik korban terlihat pelaku leluasa menggasak satu unit sepeda motor jenis matic yamaha setelah sebelumnya menjebol kunci gembok yang terpasang di pintu masuk.

Kejadian pencurian kendaraan bermotor yang kerapkali terjadi seakan menjadi sebuah sinyal jika wilayah Desa Balida merupakan sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan curanmor.

Kejadian pencurian kendaraan bermotor yang terus berulang memicu kekhawatiran ditengah masyarakat, akan resiko keamanan lingkungan yang saat ini dianggap riskan, hal itu seperti yang terungkap dari pengakuan salah satu warga yang enggan disebutkan namanya ini pada zonakabar.com rabu (15/4/2026).

” Kenapa ya Desa kita ini seperti menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan curanmor, padahal waktu jaman dulu aman – aman saja apalagi pemerintah Desa giat menggalakan siskamling. Kalau sekarang boro – boro linmas nya juga kelihatan aktiv saat di acara hajatan atau pasar malam saja, sementara kalau ronda malam jarang kelihatan “, imbuhnya.

Warga berharap Pemerintah Desa bisa lebih berperan aktif serta bersinergi dengan pihak Kepolisian guna menjaga Kamtibmas serta memberikan rasa aman pada masyarakat.

” Sok atuh pak kuwu, di aktifkan lagi kegiatan seperti siskamlingnya, biar Desa kita aman dari maling “, pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *