Majalengka // zonakabar.com – Sejumlah perwakilan warga dengan didampingi perangkat Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka Jawa Barat. hari ini rabu (21/10/2026) mendatangi lokasi galian C yang berada di bantaran sungai Desa Gunungsari, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka. Dilokasi sendiri tampak satu unit alat berat jenis Excavator serta sejumlah truk yang tengah terparkir di area lokasi tambang.
Yusron, salah satu perwakilan warga Burujul Kulon menuturkan, kedatangan dirinya bersama warga lainnya serta perangkat Desa bukan tanpa alasan. Menurutnya, kekhawatiran akan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan terhadap wilayah Burujul Kulon yang berbatasan langsung dengan Desa Gunungsari, dengan adanya aktivitas penambangan di area bantaran sungai tersebut menjadi alasan utama kedatangan mereka.

Selain ingin melihat langsung, kedatangan perwakilan warga Burujul Kulon pun tak lain untuk berdialog dengan pihak penambang, agar masyarakat bisa mendapatkan kepastian serta jaminan dari pihak penambang jika wilayah Burujul Kulon tak terkena dampak negatif, imbas adanya aktivitas galian C di wilayah sungai yang menjadi perbatasan kedua wilayah.
” Pada intinya kedatangan kami kesini selaku perwakilan warga, ingin mengetahui dan memastikan tak ada dampak negatif di kemudian hari dari adanya aktivitas galian C ini “, tegas Yusron.
Sementara itu, Sekretaris Desa Burujul Kulon. Azhar Amudiy, SH. membenarkan adanya masukan dari warganya terkait kekhawatiran kemungkinan dampak negatif dari adanya aktivitas penambangan di wilayah daerah aliran sungai Gunungsari yang berbatasan langsung dengan wilayah Desa Burujul Kulon.
” Sebelumnya memang ada masukan dari warga kami, yang merasa khawatir akan kemungkinan adanya dampak negatif bagi lingkungan dengan adanya aktivitas penambangan tersebut “, terang Azhar.
Lebih jauh lagi, Azhar meminta pada Pemerintah agar melakukan kajian mendalam serta dampak lingkunga, dari adanya aktivitas penambangan tersebut.
” Pemerintah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup, diharapkan turun langsung ke lapangan guna menganalisis ada tidaknya dampak lingkungan “, tegasnya.
Dilain pihak, salah satu warga setempat yang ditemui di lokasi penambangan, beralasan jika aktivitas penambangan dengan menggunakan alat berat Excavator ditujukan guna memperkuat tanggul serta mengeruk sungai agar saat musim hujan datang aliran air menjadi lebih lancar sehingga diharapkan wilayahnya terbebas dari bahaya banjir, seperti yang diungkapkan pada zonakabar.com siang tadi.





