Tangis Pecah di Mapolsek Majalengka Kota, Keluarga Pastikan Korban Sungai Cijurey adalah Anaknya

Majalengka // Zonakabar.com – Suasana pilu menyelimuti Mapolsek Majalengka Kota pada Kamis (5/2/2026) siang. Penantian penuh kecemasan akhirnya berujung kepastian ketika keluarga korban datang dan memastikan identitas perempuan yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Cijurey, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.

Dengan hati berat, orang tua korban membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah anaknya, YY (40), warga Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Majalengka. Kepastian itu didapat setelah pihak kepolisian memperlihatkan dokumentasi korban kepada keluarga.

Ayah kandung korban, Sudin, menuturkan bahwa putrinya telah meninggalkan rumah sejak Senin (2/2/2026) siang. Keluarga sempat berharap YY akan kembali seperti biasanya. Namun harapan itu perlahan memudar saat mereka mendengar kabar penemuan mayat seorang perempuan pada Rabu. Tanpa menunda waktu, keluarga bersama perangkat kelurahan langsung mendatangi Polsek Majalengka Kota.

Anak saya mengalami keterbelakangan mental. Kalau keluar rumah biasanya juga suka kembali pulang. Kami tidak menyangka kali ini justru menjadi kabar duka bagi keluarga,” ucap Sudin lirih.

Di tengah kesedihan mendalam, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., Bapak Bupati Majalengka, serta seluruh unsur terkait yang telah membantu menemukan korban dan mengurus proses pemakaman secara layak di TPU Simpur, wilayah Kelurahan Babakan Jawa.

Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Majalengka Kota IPTU Piki Krismanto, S.H., M.H., CPHR, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian almarhumah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Kehadiran kami merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian kepada masyarakat, agar setiap peristiwa dapat ditangani dengan cepat, manusiawi, dan penuh empati,” ungkapnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap tugasnya, Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat dalam menghadapi duka. Kebersamaan antara aparat dan warga diharapkan dapat terus terjalin, sehingga nilai kemanusiaan selalu menjadi prioritas dalam setiap langkah pelayanan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *