MAJALENGKA, // Zonakabar.com
Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Majalengka, Hj. Iim Maemunah Suherman, meluncurkan program SAE Ceria (Storytelling Edukatif untuk Anak melalui Cerita Animasi Majalengka).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi anak usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual. Anak-anak dikenalkan pada cerita rakyat Majalengka melalui media animasi, yang tidak hanya merangsang imajinasi, tetapi juga membantu meningkatkan kemampuan menyimak, memahami alur cerita, serta memperkaya kosakata sejak dini.

Senin pagi (4/5/2026) anak – anak usia dini diajak berkeliling kota menaiki mobil motekar mengunjungi taman sejarah dan berkahir di gedung Yudha karya Pemda Majalengka untuk menyaksikan animasi.
Menurut Hj.Iim Maemunah kegiatan ini dirancang sebagai bentuk literasi kontekstual, di mana anak-anak tidak hanya mendengar cerita, tetapi juga melihat langsung jejak sejarah yang diceritakan, sehingga pemahaman mereka menjadi lebih kuat dan membekas.
Hj.Iim Maemunah yang juga istri Bupati Majalengka ini menegaskan bahwa literasi anak usia dini tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami cerita, berkomunikasi, serta mengekspresikan gagasan.
“Melalui storytelling dan media animasi, anak-anak dilatih untuk menyimak, mengenal kata, memahami makna, hingga berani menceritakan kembali apa yang mereka lihat dan dengar. Ini adalah fondasi penting dalam membangun budaya literasi sejak usia dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, perpaduan antara cerita animasi dan kunjungan ke taman sejarah merupakan metode pembelajaran yang efektif karena melibatkan pengalaman langsung (experiential learning). Anak-anak menjadi lebih aktif, rasa ingin tahu mereka tumbuh, dan kemampuan berpikir kritis mulai terasah.
Lebih lanjut Bunda PAUD juga mengapresiasi para guru dan panitia yang telah menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
“Literasi yang kuat harus dibangun dengan cara yang menyenangkan. Ketika anak-anak merasa senang, mereka akan lebih mudah menyerap pengetahuan dan menumbuhkan kecintaan terhadap belajar,” tambahnya.
Melalui kegiatan SAE Ceria, diharapkan anak-anak Majalengka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang baik, berkarakter, serta bangga terhadap budaya dan sejarah daerahnya, sebagai bagian dari mewujudkan Majalengka Langkung SAE.
Salah satu orang tua peserta, Siti Nurjanah (34), mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang digunakan mampu membuat anak lebih antusias dalam belajar.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin agar anak-anak memiliki pengalaman belajar yang lebih variatif dan menyenangkan.
“Semoga kegiatan seperti ini terus ada, karena sangat membantu orang tua dalam menumbuhkan minat literasi anak sejak dini,” tambahnya.





