MAJALENGKA, // Zonakabar.com
Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Jawa Barat resmi menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VI di Bapermin Majalengka, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi.

Muswil dihadiri oleh perwakilan DPP PUI, Penjabat Ketua PW Pemuda PUI Jawa Barat, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, Ketua DPD PUI Majalengka, DPD Pemuda PUI se-Jawa Barat, serta tamu undangan lainnya.

Ajang ini menjadi wadah konsolidasi bagi perwakilan Pemuda PUI dari 25 kota dan kabupaten di Jawa Barat guna menentukan arah gerak organisasi selama tiga tahun ke depan.

Ketua Pelaksana Muswil VI Pemuda PUI Jawa Barat, Isep Saepulloh, menyampaikan bahwa proses pemilihan ketua dalam Muswil kali ini dilakukan secara ketat melalui berbagai tahapan verifikasi indikator.
“Calon pemimpin yang terjaring harus memiliki rekam jejak kontribusi yang nyata bagi organisasi, bukan sekadar muncul saat momentum pemilihan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kriteria calon ketua tidak hanya dilihat dari latar belakang akademik, tetapi lebih menitikberatkan pada kualitas personal dan komitmen terhadap nilai-nilai organisasi.
“Kami mencari sosok yang memiliki akhlak yang baik, memahami serta menghafal Intisab sebagai doktrin perjuangan PUI, dan berusia maksimal 40 tahun,” jelasnya.
Lebih lanjut, Isep menuturkan bahwa pembatasan masa jabatan ketua hanya satu periode selama tiga tahun bertujuan menjaga keberlanjutan kaderisasi agar organisasi tetap dinamis dan terus berkembang.
Ia berharap Muswil ini mampu melahirkan kader-kader terbaik yang merepresentasikan semangat para tokoh pendiri PUI.
“Harapan kami, Muswil ini melahirkan sosok ‘Abdul Halim muda’, ‘Ahmad Sanusi muda’, dan ‘Mr. Syamsuddin muda’ yang siap berkolaborasi serta berkontribusi bagi kemajuan NKRI, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi sesuai garis dakwah PUI,” pungkasnya.
Muswil VI ini juga menjadi bagian dari transisi kepemimpinan dari Penjabat Sementara (PJS) Ketua, Muhammad Ma’sum, serta menjadi tonggak penting dalam menyiapkan generasi Pemuda PUI yang siap menghadapi tantangan zaman.





