MAJALENGKA // Zonakabar.com –
Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka melaksanakan sosialisasi sekaligus peluncuran SIGAP SARPRAS 2026 (Sistem Input Data Sarana Prasarana Berbasis Google Form), Selasa (13/10/2026). Inovasi ini digagas untuk mempermudah dan mempercepat pendataan kondisi sarana dan prasarana Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara online, sehingga proses pengumpulan data menjadi lebih praktis, efektif, dan akurat.

Melalui pemanfaatan Google Form, kepala sekolah dan operator sarana prasarana dapat melakukan penginputan data secara daring tanpa harus melalui proses pendataan manual yang membutuhkan waktu lebih lama.
Sistem ini diharapkan membantu Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka menghimpun dan memetakan kebutuhan sarana prasarana sekolah secara lebih cepat berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Data yang terkumpul selanjutnya menjadi dasar dalam perencanaan program, penentuan prioritas perbaikan, serta pengambilan kebijakan yang tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Majalengka.
Kegiatan sosialisasi dan peluncuran SIGAP SARPRAS 2026 berlangsung selama dua hari, 13–14 Oktober 2026, dengan pelaksanaan di tiga lokasi atau subrayon.
Subrayon 1 bertempat di SMPN 3 Majalengka dengan peserta dari 26 SMP negeri. Subrayon 2 dilaksanakan di SMPN 2 Jatiwangi dengan peserta dari 23 SMP negeri. Sementara itu, Subrayon 3 dijadwalkan berlangsung di SMPN 1 Talaga dengan peserta dari 30 SMP.
Peserta kegiatan terdiri atas kepala sekolah dan operator sarana prasarana yang akan berperan dalam proses penginputan serta pembaruan data kondisi fasilitas sekolah.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Asep Fajar Aliwardana, S.IP., M.AP mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Rd. Muhammad Umar Ma’ruf, S.Sos., M.Si.
Kadisdik menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap inovasi yang digagas Kepala Seksi Kelembagaan, Sarana Prasarana dan Aset SMP, Adam Suhara, S.M.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah ini. Data yang akurat menjadi dasar kebijakan yang tepat untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang Langkung Sae, khususnya dalam bidang sarana prasarana SMP. Saya juga berharap inovasi ini dapat direplikasi pada satuan pendidikan jenjang SD dan TK,” ujarnya.
Menurutnya, ketersediaan data yang akurat dan mutakhir sangat penting untuk membantu pemerintah daerah menentukan prioritas penanganan sarana dan prasarana pendidikan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Majalengka, Anto Irianto, S.Pd., M.Pd. Ia menyatakan kesiapan MKKS untuk mendukung dan menyukseskan program SIGAP SARPRAS 2026.
“Inovasi ini diharapkan bisa mempermudah dan cepat dalam penyampian kebutuhan sekolah SMP, ” ujarnya.
Dari tingkat satuan pendidikan, Kepala SMPN 2 Sukahaji, Iyan Heryanto, S.Pd., menyatakan kesiapan sekolahnya untuk menjalankan program tersebut sesuai arahan yang telah ditetapkan.
“Kami siap menyukseskan apa yang telah ditentukan dan ditugaskan kepada kami untuk Majalengka yang Langkung Sae,” ujarnya.
Sementara itu, Operator SMPN 2 Majalengka, Akbarul Rosydin, S.Kom., menilai SIGAP SARPRAS merupakan inovasi yang baik dan mudah digunakan karena memanfaatkan Google Form.
“Inovasi yang bagus dan sistemnya tidak ribet karena berbasis Google Form. Keren, Pak Kasi Sarpras,” ungkapnya.
Sebagai project leader SIGAP SARPRAS 2026, Adam Suhara, S.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati Majalengka, Kepala Dinas Pendidikan, MKKS, para kepala sekolah, operator, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan inovasi tersebut.
Ia berharap SIGAP SARPRAS dapat membantu sekolah menyampaikan data secara lebih praktis sekaligus memudahkan Dinas Pendidikan dalam memetakan kebutuhan sarana dan prasarana berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Melalui inovasi SIGAP SARPRAS, Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka berharap pengelolaan data sarana dan prasarana sekolah menjadi lebih tertib, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses pendataan secara online juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat penyampaian informasi, serta mendukung perencanaan program pendidikan yang lebih terarah.
Inovasi ini menjadi salah satu upaya mendorong transformasi digital dalam tata kelola pendidikan di Kabupaten Majalengka, sejalan dengan semangat “Data Akurat, Kebijakan Tepat, Pelayanan Meningkat untuk Pendidikan Majalengka Langkung Sae.”






