Lestarikan Tradisi Agraris dan Rawat Kondusifitas, Kapolsek Sindangwangi Hadiri Hajat Guar Bumi di Makbaroh Buyut Lurah Nitibaya Bantaragung

Majalengka, Zonakabar.com — Mengawal kelestarian budaya lokal, mempererat tali silaturahmi bersama elemen Forkopimcam, serta memastikan keamanan jalannya upacara adat masyarakat perdesaan, jajaran Polsek Sindangwangi Polres Majalengka menghadiri dan mengamankan tradisi Hajat Bongkar / Guar Bumi, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan syukuran adat agraris tahunan tersebut dipusatkan di Makbaroh Buyut Lurah Nitibaya, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, pada Kamis (29/10/2026) pagi mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.

Pelaksanaan kegiatan yang sarat akan nilai kearifan lokal ini diselenggarakan oleh warga masyarakat Blok Desa, Blok Babakan, dan Blok Dukuhpasir Desa Bantaragung.

Acara adat tersebut dihadiri langsung oleh Kapolsek Sindangwangi Kompol Ujang Wawan Ridwan beserta anggota, Camat Sindangwangi Veni Victoruddien, Kp., S.Pi., M.Si., Danramil Rajagaluh/Sindangwangi Kapten Inf Aceng beserta anggota, Kepala KUA Kecamatan Sindangwangi beserta staf, jajaran staf Kecamatan dan Puskesmas Sindangwangi, Kepala Desa se-Kecamatan Sindangwangi, Kepala Desa Sindangpano Kecamatan Rajagaluh, perwakilan Kasepuhan Cirebon, perangkat desa, Lembaga Adat Desa Bantaragung, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga sekitar.

BACA JUGA |  Sinergi Camat, Kapolsek, dan Danramil Makan Bersama di Rumah Perangkat Desa Lebakwangi

Rangkaian upacara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan-sambutan dari Ketua Adat, Kepala Desa Bantaragung, serta Camat Sindangwangi, sebelum dipungkasi dengan doa bersama khidmat mengagungkan rasa syukur atas limpahan berkah hasil bumi.

Tradisi Guar Bumi merupakan upacara syukuran warisan leluhur warga Desa Bantaragung secara turun-temurun sebagai wujud permohonan doa untuk keselamatan dan kesuburan tanah menjelang musim tanam tiba. Tradisi agraris ini merepresentasikan keluhuran nilai adat, kebersamaan warga dalam mengelola lahan pertanian, serta mempertegas jati diri masyarakat Bantaragung yang hidup harmonis bersama alam.

Di sela-sela kegiatan, Kapolsek Sindangwangi Kompol Ujang Wawan Ridwan bersama anggota memberikan imbauan dan pesan Harkamtibmas strategis. Kompol Ujang Wawan Ridwan mengajak seluruh lapisan masyarakat dan para tokoh adat untuk terus merawat persatuan, menjaga ketertiban selama prosesi acara, serta mengawasi barang-barang berharga dan kendaraan bermotor yang diparkir di sekitar lokasi makbaroh guna mengantisipasi ancaman kejahatan C3 (Curat, Curas, Curanmor).

BACA JUGA |  Bedah Kitab Kuning Digelar di Koramil Jatiwangi, Dihadiri MUI dan Tokoh Agama Kecamatan Jatiwangi

Langkah pengamanan dan pengawalan tradisi lokal ini dioptimalkan Polsek Sindangwangi guna memberikan rasa aman bagi masyarakat, mendukung pelestarian cagar budaya dan pariwisata perdesaan, serta memastikan seluruh tahapan acara berjalan tenteram.

Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sindangwangi Kompol Ujang Wawan Ridwan, menyampaikan bahwa kehadiran TNI-Polri dan Forkopimcam dalam tradisi Guar Bumi merupakan wujud kepedulian kepolisian dalam mengayomi kegiatan seni, budaya, dan keagamaan warga.

“Kegiatan pemantauan dan pengamanan Hajat Bongkar / Guar Bumi di Makbaroh Buyut Lurah Nitibaya Desa Bantaragung ini bertujuan untuk mengawal tradisi agraris warga, mempererat silaturahmi dengan para tokoh adat dan perwakilan Kasepuhan Cirebon, serta menjaga kondusifitas lingkungan. Melalui kehadiran langsung anggota Polri di tengah masyarakat ini, kami ingin memastikan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Sindangwangi senantiasa aman, lancar, tertib, dan kondusif,” tegas Kompol Ujang Wawan Ridwan. Kamis (29/10/2026).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *