Majalengka // zonakabar.com – Karang Taruna merupakan salah satu organisasi kepemudaan di Indonesia yang berfungsi sebagai wadah pengembangan generasi muda. Organisasi ini dibentuk oleh masyarakat dan bergerak di bidang kesejahteraan sosial, kepemudaan, dan pemberdayaan masyarakat, dari tingkat Desa hingga kelurahan.
Karang Taruna bertujuan
Menjadi wadah pembinaan tempat berkumpulnya para remaja dan pemuda untuk mengembangkan potensi diri, kreativitas, dan kepemimpinan.
Selain itu Karang Taruna diharapkan berperan aktif dalam menanggulangi berbagai masalah sosial seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan pengangguran.
Berdasarkan aturan, anggota Karang Taruna adalah merupakan warga masyarakat yang berusia antara 13 hingga 45 tahun.
Sebagai salah satu mitra Pemerintah Desa, Karang Taruna memiliki tupoksi yang vital dalam memajukan berbagai bidang kegiatan kepemudaan seperti Olahraga seperti Sepak Bola salah satunya.
Sepakbola di Desa Cikeusal, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka Jawa Barat merupakan salah satu olahraga pavorit, tak heran jika di Desa Cikeusal ini kerapkali diadakan turnamen sepakbola seperti Cikeusal Cup 2025.
Namun sayang, pasca gelaran turnamen tersebut, perkembangan olahraga Sepak Bola di Cikeusal kini mengalami fase penurunan, dengan tak terlihat lagi aktivitas para pemuda bermain bola di lapangan sepakbola Cikeusal padahal lapangan tersebut di era kepemimpinan Kades Mahmud Karim pernah mengalami Rehabilitasi pembangunan beberapa tahun yang lalu.
Menurut penuturan salah seorang warga Cikeusal yang tak mau disebutkan namanya ini mengatakan, jika lapangan sepakbola yang biasa ramai oleh anak – anak maupun para pemuda untuk bermain bola kini kondisinya sepi, selain itu rumput lapangannya pun seakan tak terurus, seperti dikatakan warga tersebut pada zonakabar.com belum lama ini.
Warga pun menambahkan, diduga salah satu faktor pendukung olahraga sepakbola, yakni Karang Taruna Cikeusal kondisinya kini seakan mati suri, dengan tidak jelasnya kepengurusan serta minimnya kegiatan dari Karang Taruna. Dia pun berharap Pemdes Cikeusal melalui Kades Mahmud Karim agar bisa segera menghidupkan kembali Karang Taruna Cikeusal.
” Tahun 2026 ini entah kenapa kegiatan kepenudaan seperti sepakbola malah jadi sepi seperti ini. Selaku warga, kami berharap pak Kuwu agar bisa segera berkoordinasi dengan pengurus Karang Taruna yang ada untuk menata ulang, agar Karang Taruna Desa Cikeusal ini hidup lagi. Tentunya dengan harapan agar para generasi muda Cikeusal mempunyai wadah kepemudaan, sehingga Cikeusal bisa lebih maju lagi “, harapnya.





