Terkesan Ngeyel Oknum Pengusaha Galian C Terus Keruk Pasir di Desa Pasirmalati Majalengka

Majalengka // zonakabar.com – Kegiatan operasional tambang galian pasir tampak terlihat tengah beroperasi pada senin (10/6/2024). Kegiatan tambang pasir tersebut menurut penuturan warga sekitar sudah ada sejak lama, namun dalam pelaksanaanya disinyalir tak kantongi ijin resmi seperti Ijin Usaha Pertambangan (IUP) dari pemerintah seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Minerba. Di lokasi tambang tampak adanya alat berat excavator yang sedang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan penambangan. Lokasi tambang galian sendiri berada di wilayah bantaran sungai BBWS Cimancis tepatnya berlokasi di Desa Pasirmalati Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka Jawa Barat. walaupun keberadaanya sudah dilaporkan ke pihak berwenang namun berdasarkan fakta dilapangan hingga saat ini kegiatan penambangan pasir oleh oknum pengusaha masih terus berjalan.

Meskipun pihak berwajib dalam hal ini SatPol PP Kabupaten Majalengka selaku penegak hukum perda telah mengambil langkah tegas dengan melayangkan surat pemanggilan yang ditujukan pada oknum pengusaha galian pasir tersebut beberapa bulan lalu, namun hal itu seolah tak berarti apa-apa bagi oknum pengusaha galian C tersebut, hingga terkesan dianggap angin lalu belaka.

Bacaan Lainnya

Saat dikonfirmasi zonakabar.com melalui sambungan WA Kasatpol PP Kabupaten Majalengka, Rahmat Kartono. pada senin (10/6/2024). menegaskan bahwa pihaknya berdasarkan informasi pengaduan masyarakat sudah meresponnya melalui Bidang Penegakan untuk menyelesaikannya, lebih lanjut ia mempersilahkan awak media untuk menkofirmasinya pada Kepala Bidang Penegakan Hukum Daerah (Kabid Gakda). ” Atas dasar informasi terdahulu sudah sy perintahkan bidang gakda, untuk melakukan penyelesaian Dumas tsb, bahkan sudah dilakukan pemanggilan, ” Silahkan akang bisa konfirmasi dengan pak kabidnnya, karena saya minta itu di respon untuk di tangani “, tegasnya.

Sementara itu Kabid Gakda Pol PP Kabupaten Majalengka, Mohamad Wahidin. menyatakan pihaknya akan melayangkan surat panggilan kedua pada oknum pengusaha galian pasir tersebut, hal itu merupakan langkah lanjutan atas dilayangkannya surat pemanggilan pertama serta merupakan bentuk respon aduan masyarakat. ” Siap A, mungkin saya layangkan kembali surat yang kedua “, tukasnya.

Terpisah salah seorang warga Desa Pasirmalati yang meminta identitasnya tak diaebutkan mengapresisasi langkah yang diambil Pol PP Majalengka atas adanya laporan kegiatan operasional tambang pasir yang disinyalir tak kantongi ijin resmi dari pemerintah sehingga ditakutkan akan berdampak pada kerusakan lingkungan disekitarnya bahkan jika dibiarkan bukan tidak mungkin secara perlahan akan mengikis bantaran tanggul hingga ditakutkan bisa merusak badan tanggul BBWS sebagai satu-satunya sarana penahan dari ancaman bahaya banjir. ” Kami berharap pihak terkait dapat melaksakan pengawasan yang lebih ketat lagi terkait perijinnya “, harap warga.

Pos terkait

Baner SKS