Soal Isu Dugaan Mark Up Anggaran Pengaspalan, Kades Balida Serta Camat Dawuan Kompak Memilih Bungkam

Majalengka // zonakabar.com – Ditengah santernya isu pemberitaan di salah satu media online yang menyoal dugaan adanya mark up anggaran pengaspalan yang bersumber dari Dana Desa tahap 1 tahun 2024, proyek itu sendiri merupakan program pembangunan yang dikerjakan pihak Pemdes Balida, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Dari data yang ada pada papan proyek sendiri tertera jika jenis kegiatan merupakan kegiatan pengaspalan, berlokasi di jalan blok rabu s/d blok kisade dengan volume volume P=255 m L=2.50 m dan P=60 m L=2.30 m dan dikerjakan selama 6 hari kerja dengan nilai anggaran sebesar Rp. 112,071,000 yang bersumber dari Dana Desa tahun 2024.

Dugaan mark up anggaran proyek pengaspalan sendiri menuai tanggapan beragam dari masyarakarat, pro dan kontra pun bermunculan. Seperti salah satunya yang terungkap dari seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, ia beranggapan jika isu mark up anggaran merupakan hal yang tak perlu dibesar-besarkan sepanjang pihak Pemdes Balida melaksanakan pembangunan hasil musyawarah Desa sesuai dengan anggaran yang ada. ” Ya yang penting kan itu sudah ada realisasi pembangunannya “, ujarnya singkat.

Bacaan Lainnya

Lain halnya dengan apa yang kemukakan Boya Siswanto. salah seorang mantan Kades Balida itu menilai jika isu mark up anggaran pada proyek jalan di Desa Balida yang berkembang saat ini merupakan hal serius dan perlu ditindak lanjuti pihak terkait. ” Awalnya kan itu hasil dari perkiraan dari orang yang berkompeten di bidang proyek pengaspalan, dimana dalam berita yang dimuat disalah satu media onlinne disebutkan, bahwa kemungkinan dugaan ada kelebihan angka anggaran dari volume yang tertera di papan proyek dengan hasil perkiraan “, tukasnya.

Lebih lanjut Boya Siswanto menantang Pemdes Balida serta Pihak Kecamatan Dawuan untuk transparan dalam setiap pelaksanaan program pembangunan di Desa Balida khususnya. ” Saya minta dalam tahap proses PHO proyek pembangunan yang dilakukan pihak Kecamatan bisa melibatkan masyarakat maupun media serta lembaga sosial kontrol lainnya, agar asas akuntabilitas dan transparansi bisa benar-benar dilaksanakan sehingga tak akan lagi terjadi hal negatif seperti yang ramai sekarang ini “, pintanya tegas.

Guna pemberitaan yang berimbang, awak media pun mencoba mengkonfirmasi pihak Pemdes Balida dalam hal ini Kades Aay Iryando serta Sekdes Adun. begitu pun halnya Camat Dawuan, Uju Gustawan, SE. coba dikonfirmasi melalui sambungan chat WA nya masing-masing pada kamis (30/5/2024). Namun dari ketiga nya hanya Sekdes Adun yang membalas pesan awak media, ” Wa alaikum salam pa dika oh masalah pengaspalan langsung konfirmasi ke pa kuwu pa “, balasnya singkat.

Sampai berita ditayangkan baik Kades Aay Iryando maupun Camat Dawuan Uju Gustawan seolah kompak dengan tidak membalas pesan konfirmasi yang dikirimkan awak media zonakabar. (red)

Pos terkait

Baner SKS