Patut Diduga Adanya Penyelewengan Kartu KKS KPM di Desa Balida, Warga Mengaku Kecewa Tak Ada Tindak Lanjut !!!

Majalengka, zonakabar.com – Masih ingatkah dengan keluhan Ara Wahyuna (32) seorang warga Desa Balida, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka Jawa-Barat. Kronologi sendiri seperti yang ia ceritakan pada awak media berawal dari rasa penasarannya terkait namanya yang masuk sebagai KPM BPNT setelah di cek melalui laman resmi kemensos cekbansos.kemensos.go.id namun anehnya ia mengaku sama sekali tak pernah menerima KKS maupun buku rekening apalagi paket bansos pangan BPNT dari E-Warong.

Poto saat audensi di kantor balai Desa Balida jumat (27/5/2022)

Demi menuntaskan rasa penasarannya, Ara pun mencoba menanyakan hal tersebut ke pihak Pemdes Balida pada senin (25/4/2022). Pada saat itu dirinya ditemui dua orang aparatur pemerintahan Desa Balida yakni Kaur Umum, Acim serta Kaur Pemerintahan, Ade Suhali. namun saat itu kedua aparatur Desa tersebut tak bisa memberikan keterangan lebih lanjut secara signifikan tentang apa yang ditanyakan Ara Wahyuna dengan alasan tidak mengetahui pasti tentang program BPNT di Desa Balida, alhasil Ara pun mendatangi lagi kantor Balai Desa Balida pada keesokan harinya tepatnya selasa (26/4/2022) untuk menanyakan hal yang sama, dengan dibarengi sejumlah tetangganya serta Koordinator Paguyuban Masyarakat Peduli Balidap (PWBP), Boya Siswanto. Ara beserta rombongan diterima langsung Kades Balida, Aay Iryando, S.IP. Ara pun kembali mengutarakan permasalahannya pada Kades Aay. secara gamblang Ara mengutarakan uneg-unegnya pada Kades Balida terkait permasalahan dirinya yang tak menerima KKS serta Buku Rekening Tabungan sebagai bukti KPM BPNT padahal menurutnya saat namanya dicek dilaman cekbansos.kemensos.go.id disitu namanya tertera sebagai Penerima Manfaat bansos BPNT. Aay Iryando sendiri beralasan bahwa Ara Wahyuna saat ini masih berusia produktif, jadi menurut Aay jika Ara diloloskan menjadi penerima bansos BPNT akan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat, seperti yang dituturkan Kades Aay pada waktu itu.

Bacaan Lainnya

“Kemungkinan Ara tak masuk program bansos BPNT karena tak lolos verivikasi dan validasi data, menurut catatan disamping usia Ara yang masih muda serta produktif, Ara beserta istrinya pun kan dua-duanya kerja di pabrikan”, ujar Kades Aay.

Baner SKS

Pos terkait