HOME | NEWS

Zona Kabar

Kamis, 16 Desember 2021 10:49 WIB

Maraknya Usaha Layanan Internet RT/RW Net, Diduga Tak Kantongi IZIN RESMI

Majalengka,zonakabar – Di era digital 4.0 kebutuhan akan akses internet bagi masyarakat seakan sudah menjadi kebutuhan pokok,penggunaanya pun beragam mulai dari sekedar bermedsos hingga menjadi lahan bisnis online,seperti kuliner dan yang lainnya. Dengan situasi seperti itu,banyak sejumlah pelaku usaha terdorong untuk menjalankan bisnis jasa internet yang menurut kabar informasi keuntungannya lumayan dan menggiurkan. Seperti yang terjadi di wilayah Desa Balida, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Jawa-Barat. Maraknya pemasangan jasa internet bukan tanpa sebab, selain promo layanan internet yang ditawarkan cukup kencang, harga iuran bulanan yang murah dan terjangkau,turut menjadi daya tarik minat para calon konsumennya untuk menjadi pelanggannya. Tak ayal bisnis jasa internet atau yang lebih dikenal dengan sebutan bisnis RT/RW Net kini menjadi primadona dikalangan warga.

Adapun jaringan RT/RW Net merupakan jaringan internet masyarakat dalam lingkup kecil yang terkoneksi melalui kabel, bisnis ini telah dikenal oleh banyak masyarakat sebab dinilai cukup murah, namun bisnis model dimaksud diduga bermasalah dan melanggar regulasi perundang-undangan. Azhar Amudy, S.H.I. Koordinator Kantor Hukum IDM turut menyoroti akan maraknya bisnis Jaringan RT/RW Net di Balida, sebab pelaku usaha ditenggarai tidak mengantongi izin sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pelaku bisnis RT/RW Net dinilai hanya berpikir keuntungan saja, terbukti di beberapa tempat di desa-desa terdapat kabel jaringan internet yang ditempelkan pada tiang PLN atau tiang Telkom. Seperti Aji mumpung cukup bermodal kabel serta alat saja dan langsung transaksi pemasangan dengan masyarakat yang bersedia,” terang Azhar Amudy, S.H.I. saat ditemui di kantornya rabu (15/12/2021).

BACA JUGA |  Peduli Kemanusiaan, Kapolres Majalengka Berikan Bantuan Seperangkat Alat Sholat dan Sembako Kepada Warga

Menurutnya, bisnis RT/RW Net tersebut diduga melanggar UU No 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi pasal 11 ayat 1 dengan ancaman 6 Tahun dan dengan denda Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah). Berdasarkan regulasi tersebut pelayanan informasi dan sejenisnya (Internet) hanya dapat dilakukan oleh BUMN, perusahaan atau badan usaha lainnya yang diakui dan terdaftar sesuai mekanisme yang berlaku.

Sedangkan Kepala Desa Balida, Aay Iryando, S,IP. saat dihubungi awak media melalui pesan Whatsapp,enggan berkomentar, ketika dimintai tanggapannya terkait persoalan tersebut.

Sementara itu berdasarkan fakta penelusuran di lapangan serta menurut keterangan dari beberapa sumber warga Desa Balida (Nama serta identitas disembunyikan sesuai KEJ), terungkap para pelanggan Internet RT/RW net tersebar di berbagai Blok di wilayah Desa Balida. Tarif langganan yang dipatok pengusaha RT/RW Net bervariasi,untuk satu unit HP di kisaran 30-50rb per bulan untuk menikmati layanan tersebut dan uangnya disetorkan tiap bulan pada oknum pemilik usaha RT/RW Net dengan cara di ambil ke rumah para pelanggannya masing-masing. “Kalau saya pribadi sih selaku salah satu pelanggan Telkom,ya lebih baik mending kita pasang indihome ketimbang pake yang tidak jelas. Kalau layanan Telkom kan enak kita makenya gak lelet jaringannya,dipake anak-anak buat belajar online (Daring) juga gak ada masalah, pokoknya lancar. Tapi tergantung ke masing-masing orangnya juga sih,mau pake layanan internet yang resmi ataupun bukan itu haknya,kan setiap orang punya pilihan serta persepsi nya sendiri”, Tutur salah seorang warga.

BACA JUGA |  Wujud Kepedulian, Kapolres Majalengka Jenguk Wakapolres Yang Sedang Sakit

Sedangkan oknum Warga pemilik jasa RT/RW Net berinisial (A) yang diduga menjalankan bisnis jasa Internet liar saat di konfirmasi oleh awak media melalui sambungan Whatsapp perihal surat perizinan jasa usaha internetnya mengaku tidak memilikinya. “Teu aya surat ijin, kerjasama sareng Telkom henteu”, “Tidak ada surat ijin, kerjasama sama Telkom juga tidak”, tuturnya.

Bermaksud untuk mengkonfirmasi hal itu,pada hari selasa (7/12/2021) awak media mencoba mendatangi langsung kantor Telkom Majalengka yang berada di JL. K.H. Abdul Halim No.284 Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa-Barat. Namun pada saat itu awak media tak berhasil menemui Kepala Telkom Majalengka,dikarenakan beliau sedang tidak berada di tempat, seperti penuturan petugas disana.

Kania. salah satu pegawai staf Telkom Majalengka, menegaskan terkait persoalan jasa layanan Internet liar yang diduga dilakukan oknum pelanggan indihome, Pihaknya menyatakan bahwa hal tersebut jelas tidak diperbolehkan. “Untuk layanan indihome, tidak boleh di sebarkan lagi apalagi diperjualbelikan ke pihak ketiga. Untuk sanksinya pelanggan tersebut bisa diputuskan hubungan dan tidak lagi dapat menikmati layanan indihome”, tegasnya. (Tim/Red)

Bagikan :

Bagikan :

Baca Juga

NEWS

Kapolri Bentuk Satgas Gabungan Awasi Produksi dan Distribusi Selama 24 Jam: Pastikan Stok Minyak Curah Tersedia

NEWS

5 Tips Bermain Hero Marksman di Gold Lane, Dijamin Carry Tim!

NEWS

LPK SLC Bekerjasama Dengan PMI Majalengka Laksanakan Donor Darah Sukarela di Gedung LPK Desa Mandapa

NEWS

Kanit Binmas Polsek Banjaran Monitoring dan Cegah Penyebaran PMK Pada Hewan Ternak

NEWS

Diduga RT/RW Net Milik Oknum (AB) ILEGAL

NEWS

Usai Vaksinasi Covid-19 di Gerai Presisi Polres Majalengka, Penyandang Disabilitas Terima Sembako

NEWS

Kapolsek Talaga Pantau Proses PTM Terbatas di SDN 11 Talaga Kulon

NEWS

Selama Tiga hari Sat Res Narkoba Polres Majalengka Amankan Ratusan Botol Miras