Kapolsek Kasokandel “Sinergitas Pemdes, Masyarakat dan polisi Mutlak jadi Kunci Kondusifitas Kamtibmas”

Majalengka,zonakabar.com
Kasus kekerasan dan pengeroyokan yang dilakukan dua orang pemuda mabuk hingga berujung pembacokan menimpa aparat Desa Gandasari, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka. Kasus ini menjadi perhatian publik ditengah masa PPKM yang diberlakukan pemerintah,mengingat awal mula kejadian berawal dari pesta sejumlah pemuda yang jelas-jelas telah melanggar PPKM dengan melakukan kerumunan dan berpotensi tersebarnya virus covid-19 yang tengah mewabah dan menjadi pandemi di negeri ini. Kronologis kejadian bermula saat para pelaku yang sedang pesta miras ditegur oleh aparat Desa setempat namun para pelaku merasa tidak terima,sehingga pelaku melakukan penganiayaan berupa kekerasan yang mengakibatkan empat korban mengalami luka sabetan senjata tajam dari pelaku. Salah satu yang menjadi korban tak lain yaitu seorang aparat Desa Gandasari yang terkena luka yang cukup serius yang dialami korban terpaksa dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Polisi Sektor (Polsek) Kasokandel yang menerima laporan kejadian tersebut segera menindak lanjutinya. Personil Polsek pun bergerak serta tak butuh waktu lama,dalam tempo singkat dua orang pemuda pelaku kekerasan dapat diamankan dan selanjutnya para pelaku dibawa ke Polres Majalengka untuk diproses secara hukum.

Saat ditemui oleh awak media zonakabar.com di sela-sela acara yang berlangsung di Polres Majalengka. Kapolsek Kasokandel IPTU Budi Wardana menerangkan kejadian tindak kekerasan yang menimpa aparat Desa Gandasari dan TKP nya terjadi di kost-kostan Desa Gandasari, Kecamatan Kasokandel yang berada di wilayah hukumnya.

Kapolsek Kasokandel IPTU Budi Wardana menghimbau agar setiap Desa yang ada di wilayah hukumnya bisa lebih erat menjalin hubungan serta komunikasi dengan pihaknya agar setiap gangguan Kamtibmas bisa dicegah serta diminimalisir. “Saya harap setiap Pemdes agar bisa berkoordinasi semaksimal mungkin dengan Polsek demi menjaga Kamtibmas di lingkungannya masing-masing,dikarenakan juga wilayah Kecamatan Kasokandel termasuk salah satu wilayah industri yang ada di Kabupaten Majalengka ini. Makanya saya tekankan agar pemilik kost-kostan bisa menjalin koordinasi dengan Pemdes setempat,khusus untuk syarat administrasi saya minta siapa pun yang indekost di wilayah hukum Polsek Kasokandel wajib punya dan menunjukan surat identitas diri seperti KTP,sinergitas antara Pemdes,warga masyarakat serta pihak kepolisian menjadi kunci sukses dalam menjaga kondusifitas kamtibmas di wilyah masing-masing”, terang Kapolsek.

Sementara itu Kepala Desa Gandasari, Tatang Wiharna mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolsek Kasokandel beserta jajaranya yang telah bertindak cepat menangkap para pelaku, Tatang juga mengucapkan terimakasih pada RSUD Cideres yang telah merawat para korban selama ini. “Saya ucapkan terimakasih untuk jajaran Polsek kasokandel yang begitu sigap dalam bertugas serta terimakasih juga untuk RSUD Cideres yang telah merawat para korban keluarga kami,kejadian kemarin menjadi pengalaman bagi kami Pemdes Gandasari bagaimana cara kami agar situasi Kamtibmas kedepan bisa lebih kondusif lagi”, ucap Tatang.

Dalam Keterangannya saat acara konferensi pers, Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi menghimbau agar masyarakat hendaknya tidak segan-segan melaporkan bilamana melihat potensi gangguan Kamtibmas di wilayahnya namun tetap dengan berkoordinasi dengan Pemdes serta Polsek terdekat. “Bagi masyarakat yang melihat potensi gangguan Kamtibmas agar tidak segan-segan segera melaporkannya kepada aparat kepolisian ataupun ke pihak Pemdes setempat,namun saya harap agar tetap menjalin berkoordinasi minimal dengan Polsek agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejadian kemarin di Desa Gandasari”,pungkas AKBP Edwin Affandi. (DR)

Pos terkait

Baner SKS