HOME | NEWS

Zona Kabar

Sabtu, 14 Mei 2022 12:59 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Mengutuk Keras Zionis Israel Atas Tertembaknya Jurnalis Shireen

Zonakabar – Peristiwa yang menggemparkan dunia pers atas terbunuhnya seorang jurnalis senior media Al Jazeera Shireen Abu Akleh oleh kekejaman pasukan Zionis Israel (Israeli Defense Forces, IDF).

Tertembaknya Shireen dengan keji telah memicu kemarahan dunia, mengingat saat itu sang jurnalis tengah mengenakan rompi dengan tulisan “PRESS” disetiap situasi perang, jurnalis merupakan salah satu pihak yang harus dilindungi dan tidak boleh dijadikan target.

Kecamatan dan kutukan dari berbagai tokoh politik dunia termasuk tokoh media internasional. Tak ketinggalan kritikan dan kecaman keras dari politisi dan warga Indonesia, termasuk komentar seorang pemerhati media pers sekaligus selaku ketua DPD AWI (Aliansi Wartawan Indonesia) provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA |  Seorang Pria Tewas Gantung Diri di Pangkut

“Kami sangat mengecam dan mengutuk keras terhadap tindakan Israel yang brutal, dimana Shireen sedang bertugas meliput berita dengan mengenakan rompi PERS ditembak mati, ini sangat keji, kejam dan sadis !”, kecam Aceng Syamsul Hadie,S.Sos.,MM. saat dipinta komentar terhadap peristiwa terbunuhnya sang jurnalis internasional.

“Tindakan ini merupakan pelanggaran berat menurut Konvensi Jenewa 1949, dimana dalam ketentuan hukum humaniter internasional, jurnalis/wartawan yang berada di situasi konflik bersenjata harus mendapatkan perlindungan dari kedua belah pihak yang bertikai”, tegasnya.

“Menurutnya konvensi Jenewa tentang Hukum humaniter internasional telah mengatur tentang perlindungan terhadap wartawan, hal ini dapat dilihat dalam ketentuan Pasal 4 ayat A sub 4 Konvensi IV Jenewa 1949 dan Pasal 79 Protokol Tambahan I 1977 di mana wartawan merupakan salah satu pihak yang harus dilindungi dalam sengketa bersenjata dan selayaknya diperlakukan sebagai warga sipil”, paparnya.

BACA JUGA |  855 Miras Diamankan Satres Narkoba Polres Majalengka

“Kami berharap kepada Indonesia, khususnya presiden Jokowi untuk turut proaktif bersama negara lain ikut menuntut pada Mahkamah Pidana Internasional (ICC) agar dibuka penyelidikan pidana pada para pelaku yang terlibat termasuk komandan yang bertanggung jawab dalam pembunuhan tersebut karena ini merupakan kejahatan perang yang harus diadili dan dimintai pertanggungjawaban pidana internasional”, himbau Aceng mengakhiri obrolannya.

(red)

Bagikan :

Bagikan :

Baca Juga

NEWS

Pastikan BPNT di Desa Binaan Tepat Sasaran, Bhabinkamtibmas Bersama Babinsa Terus Pantau Penyalurannya

NEWS

Kasi Propam Polres Majalengka Cek Personil di Pos Pam Ops Ketupat Lodaya 2022 Rajagaluh

NEWS

Mudik Aman, Lancar dan Sehat, Ketua DPRD Majalengka Apresiasi Peran Polri

NEWS

Polsek Malausma Terus Gencarkan Patroli di Wilayahnya Guna Cegah Gangguan Kamtibmas

NEWS

Antisipasi Barang Terlarang, Polisi Bersama Petugas Lapas Lakukan Razia di Dalam Lapas Majalengka

NEWS

Waka Polres Majalengka Hadiri Giat Pemberian Penghargaan Atlet Dan Pelatih Peparnas XVI Papua 2021

NEWS

Berikan Rasa Aman, Polsek Banjaran Laksanakan Patroli Malam Cegah Gangguan Kamtibmas

NEWS

Wujud Komitmen Kerjasama, Korea Selatan Kirim 200 Konsentrator Oksigen Untuk Indonesia.